What are you looking for?

Showing posts with label language. Show all posts
Showing posts with label language. Show all posts

Language, and Its Power for Human (like me!)

Jika kalian adalah seorang mahasiswa tingkat akhir, pasti kalian setidaknya membaca satu atau dua jurnal ilmiah dalam bahasa inggris sebagai bahan menulis. Beberapa teknologi dan inovasi berstandar internasional yang perlu kalian jadikan referensi pasti dimuat dalam jurnal internasional juga kan? Hal ini merupakan contoh sederhana dari dampak globalisasi yang menuntut kita untuk bisa berbahasa inggris sebagai salah satu bahasa internasional. Bahasa inggris merupakan jembatan agar ilmu dan pengetahuan dapat dimengerti oleh semua orang. Think wider, apakah sudah cukup jika kita hanya bisa berbahasa inggris sebagai second language?

Saya ingin sedikit berbagi pengalaman ketika saya tinggal di Montpellier, salah satu kota di bagian selatan Perancis.

Posisi tangan saat menulis ternyata cerminan kerja otak!

Tahukah kamu bahwa posisi tangan saat menulis pada setiap orang berbeda-beda?

Mungkin ini hal sepele buat sebagian orang. Tapi dari memperhatikan hal yang sepele, justru banyak hal besar yang dapat terungkap. Apa saja posisi tangan saat menulis?

Pertama yaitu non-inverted. Posisi ujung pulpen yang dipegang menghadap ke depan. Telapak tangan sejajar dengan lengan.
Non-inverted, tangan jauh (sedikit diangkat) dari ujung pulpen
Kedua yaitu inverted.  Posisi ujung pulpen berada di samping atau bahkan di belakang tangan. Biasanya diiringi dengan posisi telapak tangan menghadap ke dalam atau sampai ditekuk, sehingga tidak tegak lurus dengan lengan.
Inverted, tangan dekat dari ujung pulpen
Sebenarnya banyak faktor yang mempengaruhi posisi tangan saat menulis salah satunya yaitu posisi tangan saat memegang pulpen (dekan dengan ujung pulpen atau jauh dari ujung pulpen?)
Biasanya, orang yang menulis dengan cara non-inverted akan memegang pulpen jauh dari ujung pulpen, dan tulisannya tidak begitu rapih. Umumnya laki-laki yang menggunakan posisi non-inverted ini.

Kebalikan dari non-inverted, inverted merupakan posisi yang umumnya dilakukan oleh perempuan. Biasanya tulisannya lebih rapih karena mereka memegang pulpen dekat dengan ujung pulpen. Semakin dekat dengan ujung pulpen maka kontrol terhadap tulisan sepertinya akan semakin baik.

Ternyata posisi tangan ini berkaitan dengan lateralisasi bahasa pada otak kita. Lateralisasi itu pembagian tugas pada otak menjadi otak kanan dan otak kiri. Otak memproses bahasa pada otak kiri, tepatnya pada area Broca.

Jika kamu tidak kidal non-iverted atau kidal inverted, maka lateralisasi bahasa kamu memang di otak kiri. Pembagian lateralisasi otak juga jelas.
Jika kamu tidak kidal inverted atau kidal non-inverted, maka lateralisasi bahasa kamu diduga berada di otak kanan. Dan jika kamu perempuan, pembagian lateralisasi otak kamu tidak begitu  pasti. Mungkin yang dimaksudkan di sini pembagian tugas antara otak kanan dan kiri tidak jelas jadi bisa dilakukan oleh kedua bagian otak.


Seru kan? Jika mau tahu secara ilmiahnya, bacalah Jurnal Variations in Writing Posture and Cerebral Organization oleh JERRE LEVY dan MARYLOU REID di Jurnal Science tahun 1976.

English is never enough

Sudah menjadi hal biasa kalo kamu jago bahasa inggris. Gue rasa itu udah kewajiban dimana sekarang udah masuk era globalisasi. Tapi apa lo mau gitu-gitu aja? Gak mau jago bahasa selain inggris?

Les bahasa emang nggak murah. Jujur, kalo beli buku dan kamusnya aja, bakalan lupa buat dipelajarin kalo nggak ada mentornya. Bakalan berdebu tuh buku di sudut kamar. Terus gimana ya biar kita bisa improve kemampuan bahasa kita?

Bagi lo yang pake android, bisa download "Duolingo" di play store lo secara free. Sepertinya aplikasi ini juga ada untuk iOS dan windows. Please check. I want to know too.

Apa sih Duolingo itu?
Ini merupakan aplikasi yang akan mengajarkan kita bahasa asing selain bahasa inggris. Disini kita akan diingatkan setiap harinya untuk latihan dengan notification tersendiri. Terus berbagai bahasa tersedia di sini. Dari mandarin sampe perancis pun ada. Kalo gue lagi intens pelajari bahasa perancis setiap harinya. Bisa pilih pelajari bahasa lebih dari satu jenis kok.
Ini tampilan menu untuk bab yang sudah dipelajari. Tiap bab punya strength bar, jadi kalo strength bar udah berkurang, tandanya kita harus latihan bab itu lagi. Kenapa? Karena pasti kita udah lupa sama apa yang dipelajari di bab itu.


Tadinya gue sekalian belajar bahasa itali. Tapi waktunya gak cukup. Jadi sekarang konsen ke bahasa perancis. Baru fluent 18%. Bisa lagi nambah course bahasa lain.
Ini tampilan profile kita. Kita bisa follow teman kita yang pake Duolingo juga dan saling tahu bagaimana perkembangan pembelajaran bahasa kita.
Ini tampilan bab yang belum dipelajari. Bab yang dipelajari berurutan sehingga nggak bisa masuk ke level yang ini. Harus berurutan karena makin tinggi level akan melibatkan bab-bab sebelumnya. Kaya main game aja.
Ini tampilan linglot kita. Linglot semacam gem gitu sebagai bonus setiap kita selesai suatu level. Kalo linglotnya udah banyak bisa beli feature-feature yang bisa membantu kita mendalami bahasa lebih baik lagi.
Tiap bab juga ada sub-babnya. Nah bab yang berwarna bisa dipelajari, disini berarti feeling dan posses. 3 berada ditingkat kesulitan yang sama.
Subbabnya juga harus dikerjain berurutan. Jadi harus mulai dari lesson 1 dulu baru bisa ke lesson 2. Test out ibaratnya kaya ulangan untuk setiap bab. Jadi review dari lesson 1-9 untuk bab feeling ini.
Salah satu contoh soal. Setiap soal ada suara yang membacakan kalimat soal. Jadi biar kita familiar sama aksen bahasanya. Dalam kasus ini, 
Contoh kalo jawaban kita salah. Bakalan dikasih tau apa jawaban yang bener. Terus poin kita bakal berkurang kalo jawaban kita salah. Ini menuntut kita biar gak salah dan mencapai poin 100 untuk menyelesaikan 1 subbab.
Ini contoh soal untuk mengartikan soal. Tapi disini kita harus mengetik sendiri jawabannya.
Kalo yang ini, kita harus masang-masangin setiap kata dengan terjemahan bahasa inggrisnya.
Kalo ini kita menerjemahkan bahasa inggris ke bahasa yang kita pelajari. Lihat garis hijau di atas. Garis hijau sudah hampir sampe finish berarti subbab sudah mau selesai.
Ini tampilan kalo kita udah selesein 1 subbab. Di sini gue pasang target sehari harus ngerjain 2 subbab. Bisa disetting sehari sampe 5 subbab.
Ketinggalan! Ini 1 contoh soal terakhir. Pilih terjemahan kalimat. Sebenernya masih ada 1 tipe soal lagi yaitu kita mengucapkan kalimat soal. Tapi gue setting off dulu karena gue sering belajar Duolingo di tempat ramai. 
Nah gimana? Udah ada aplikasi sepraktis ini kita masih juga males? No pain no gain, dude!